https://ejournal.cyberdakwah.com/index.php/Islam-Universalia/issue/feed Islam Universalia: International Journal of Islamic Studies and Social Sciences 2026-01-29T10:49:31+07:00 Editor editorislamuniversalia@gmail.com Open Journal Systems <p><strong>Islam Universalia: International Journal of Islamic Studies and Social Sciences</strong> (E-ISSN: <a href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/2684-8139">2684-8139</a>) is an international journal published by the Cyber Media Indonesia. It specializes in Islamic studies and social sciences in various scientific fields and is intended to communicate original research and current issues on the subject. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines. The languages ​​used in this journal are Indonesia and English.</p> <p>&nbsp;</p> https://ejournal.cyberdakwah.com/index.php/Islam-Universalia/article/view/320 Parenting Paradigms in Islamic Educational Philosophy: Reconstructing The Concept of Parenting Amidst The Challenges of Modernity 2026-01-29T10:49:31+07:00 Evi Rahayu evirahayuagustian@gmail.com <p><em>This study examines parenting paradigms in Islamic educational philosophy and reconstructs the concept of parenting amidst the challenges of modernity, particularly in the digital era. The research adopted a qualitative approach with a multi-family case study design involving Muslim families in two major cities in Indonesia who actively use digital technology and have pre-teen children. Data collection was conducted through in-depth interviews, participant observation, and document analysis, while thematic analysis was employed to identify recurring patterns and themes. The findings reveal that Muslim families employ various adaptive strategies in child-rearing within the digital age. First, 85% of families maintain regular congregational prayers, and 70% allocate specific time for Quran study, positioning the home as the "first school" (madrasah al-ula). Second, active parental involvement in guiding children's digital media usage shows a positive correlation with children's understanding of Islamic digital ethics. Third, behavioural role modelling (uswah hasanah) is effective in instilling Islamic values, as children understand these values more easily by observing parental practices. Fourth, parents demonstrate a paradigm shift by strategically using technology to support religious learning through educational applications and Islamic content. The study identifies time constraints and negative digital media impacts as primary challenges. The research concludes that Islamic educational philosophy provides a solid framework for relevant and adaptable parenting practices, emphasising the integration of moderation, moral character, and Islamic identity preservation. Collaboration between parents, educators, and communities is essential for developing spiritually and digitally resilient generations capable of navigating the complexities of the digital world responsibly.&nbsp; </em></p> 2026-01-27T11:19:01+07:00 Copyright (c) 2026 Islam Universalia: International Journal of Islamic Studies and Social Sciences https://ejournal.cyberdakwah.com/index.php/Islam-Universalia/article/view/321 Peran Ijtima Ulama Dunia 2025 Bagi Soft Diplomacy Indonesia 2026-01-29T10:49:30+07:00 Arie Fitria ariefitria@fisip.unila.ac.id Irsyaad Suharyadi irsyadsuharyadi@gmail.com Fitri Fatharani fitriarani@gmail.com Unique Inndi Akilah Radhwa Birchly R.J unique213@gmail.com <p><em>Artikel ini bertujuan mengkaji peran Ijtima Ulama Dunia atau World Ulama Gathering dalam mendukung soft diplomacy Indonesia. Setelah vakum selama 16 tahun, kegiatan ini kembali digelar di Provinsi Lampung, Indonesia, pada 28–30 November 2025 dan dihadiri peserta dari 99 negara atas prakarsa Jamaah Tabligh Indonesia. Sebagai forum global, apa kontribusi Ijtima Ulama Dunia terhadap politik luar negeri Indonesia, khususnya dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia? Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui analisis dokumen dengan memadukan teori soft diplomacy dan konsep multi-track diplomacy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ijtima Ulama Dunia tidak hanya kegiatan spiritual, tetapi juga berfungsi sebagai platform dialog strategis antar-pemimpin dan komunitas Islam global. Dalam kerangka multi-track diplomacy, Ijtima Ulama Dunia melibatkan tiga dari sembilan jalur diplomasi, yaitu pemerintah, warga negara (masyarakat sipil), dan aktor keagamaan. Keberhasilan penyelenggaraan kegiatan ini turut memperkuat citra Indonesia sebagai negara yang damai, toleran, dan bersatu, khususnya di mata komunitas Islam global, serta mendukung strategi nation branding Indonesia. Dengan demikian, disimpulkan bahwa Ijtima Ulama Dunia berkontribusi terhadap implementasi soft diplomacy Indonesia, terutama dalam ranah diplomasi keagamaan.</em></p> 2026-01-27T11:46:10+07:00 Copyright (c) 2026 Islam Universalia: International Journal of Islamic Studies and Social Sciences https://ejournal.cyberdakwah.com/index.php/Islam-Universalia/article/view/322 Pendekatan Psikospiritual Islam Teras Qudwah Karamah Insaniah Guru di Era Digital 2026-01-29T10:49:29+07:00 Roshiza Hashim roshiza1577@gmail.com Solahuddin Abdul Hamid solah@uum.edu.com Rukhaiyah Ubd Wahab rukhaiyahaw@uum.edu.com <p><em>Perubahan pesat di era digital telah membuka ruang pembelajaran yang luas, namun sekaligus menghadirkan tantangan baru dalam pembinaan akhlak, integritas, dan kesejahteraan guru. Dalam konteks interaksi virtual yang semakin kompleks, guru tidak hanya dituntut memiliki kompetensi teknologi, tetapi juga kekuatan spiritual dan kematangan kepribadian yang mampu membimbing praktik profesional secara bijaksana. Artikel ini menegaskan bahwa pendekatan psikospiritual Islam melalui konsep tazkiyah al-nafs, muraqabah, adab, dan nilai ihsan menyediakan kerangka konseptual yang kokoh untuk memperkuat qudwah dan karamah insaniah guru di era digital. Berlandaskan pemikiran tokoh psikospiritual klasik seperti Imam al-Ghazali, Al-Hakim al-Tirmidzi, Ibn Qayyim al-Jauziyyah, dan Imam Abdullah al-Haddad, kajian ini menyoroti urgensi integrasi nilai-nilai rohani dalam praktik keguruan digital. Penelitian ini mengusulkan tiga dimensi utama pembentukan qudwah guru digital, yaitu: (1) dimensi rabbaniyyah yang menekankan pemurnian hati melalui keikhlasan, kesadaran diri, dan hubungan dengan Allah SWT; (2) dimensi insaniyyah yang merefleksikan akhlak, adab komunikasi, dan amanah keilmuan; serta (3) dimensi teknologi yang mencakup literasi digital, keamanan siber, dan kebijaksanaan pedagogis. Integrasi ketiga dimensi tersebut diyakini mampu melahirkan guru digital yang berwibawa, seimbang, dan layak dijadikan teladan di ruang maya. Implikasi kajian ini menegaskan bahwa keunggulan profesional guru digital tidak semata ditentukan oleh kecanggihan teknologi, melainkan oleh kekuatan spiritual yang membimbing penggunaannya. Oleh karena itu, psikospiritual Islam perlu ditempatkan sebagai fondasi strategis dalam penguatan peran guru di era digital.</em></p> 2026-01-27T12:10:45+07:00 Copyright (c) 2026 Islam Universalia: International Journal of Islamic Studies and Social Sciences https://ejournal.cyberdakwah.com/index.php/Islam-Universalia/article/view/323 Work-Life Balance as A Human Resource Retention Strategy - A Study on The Millennial Generation in Sharia Institutions 2026-01-29T10:49:28+07:00 Muhammad Abrar abrarmhmmd271@gmail.com <p><em>Work–Life Balance (WLB) has become a critical issue for millennial employees who prioritize flexibility, meaningful work, and personal well-being, while Islamic institutions continue to face challenges in retaining this generation. This study examines WLB as a human resource retention strategy for millennials in Islamic institutions by synthesizing existing evidence on millennial characteristics, work engagement, social support, flexible work environments, and their implications for job satisfaction and performance. Using a qualitative literature review with a descriptive–analytical approach, this study integrates prior empirical findings and conceptual frameworks to identify key retention mechanisms. The main contribution of this study lies in proposing a value-based WLB framework that aligns Islamic organizational principles with millennial work preferences, highlighting WLB as a strategic, not merely operational, retention tool. The findings indicate that adaptive work policies, supportive spiritual and emotional environments, and opportunities for continuous professional development significantly enhance millennial retention in Islamic institutions. This study recommends the institutionalization of holistic WLB policies, strengthened intergenerational communication, and periodic evaluation of employee satisfaction to foster a sustainable, loyal, and competitive workforce.</em></p> 2026-01-27T12:21:36+07:00 Copyright (c) 2026 Islam Universalia: International Journal of Islamic Studies and Social Sciences https://ejournal.cyberdakwah.com/index.php/Islam-Universalia/article/view/319 Pembentukan Karakter Moderat dalam Pendidikan Islam Berbasis Nilai-Nilai Qur’ani Melalui Tradisi Megengan di Madiun 2026-01-29T10:49:26+07:00 Rochmah Nur Azizah rochmah@unipma.ac.id Sulistyo Hapsari hapsarisulistyo733@gmail.com Disthania Laurent Dwiva Maharani dwivamaharani87@gmail.com M. Khoirul Hadi Al Asy Ari khoirulhadi1111@gmail.com <p><em>Tradisi Megengan merupakan praktik sosial-keagamaan masyarakat Jawa yang dilaksanakan menjelang bulan suci Ramadhan sebagai wujud syukur, doa, dan penguatan solidaritas sosial. Dalam konteks pendidikan Islam, tradisi ini memiliki potensi sebagai media pembentukan karakter moderat berbasis nilai-nilai Al-Qur’an, seperti tawasuth, tasamuh, dan ukhuwah insaniyah. Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi nilai-nilai Qur’ani dalam tradisi Megengan serta perannya dalam pembentukan karakter moderat peserta didik di Kota Madiun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif lapangan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan tokoh agama, guru pendidikan Islam, dan pelaku tradisi, serta dokumentasi kegiatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Megengan menginternalisasikan nilai moderasi beragama melalui praktik kebersamaan, sedekah, doa bersama, dan keterbukaan sosial lintas kelompok. Tradisi ini berfungsi sebagai bentuk living Qur’an yang menghubungkan ajaran Al-Qur’an dengan praktik budaya masyarakat. Integrasi Megengan dalam pendidikan Islam berkontribusi signifikan dalam membentuk karakter peserta didik yang religius, toleran, dan moderat. Dengan demikian, Megengan dapat dipandang sebagai model etnopedagogi Islam berbasis kearifan lokal yang relevan dengan kebutuhan pendidikan karakter di masyarakat perkotaan.</em></p> 2026-01-27T12:42:08+07:00 Copyright (c) 2026 Islam Universalia: International Journal of Islamic Studies and Social Sciences