Archipelago Qur'an Interpretation Embryo In The Classical Era

Embrio Tafsir Al-Qur’an Nusantara di Era Klasik

  • Hartono Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Wali Songo Situbondo
  • Ummi Habibatul Islamiyah STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh
Keywords: Al-Qur’an, Tafsir, Tafsir Al-Qur’an Nusantara, Interpretation, Archipelago Qur'an Interpretation

Abstract

The aims of this article is to uncover the facts with an in-depth analysis of the study of archipelago qur’an interpretation as an interpretation sourced from the Holy Qur'an as a way of life for its adherents. The scientific treasures in interpreting the Qur'an continues to grow along with the ability of humans to express the meaning contained in it. This article uses the literature study method with a deep analysis so that it can be used as a foothold in interpretive scientific studies. In the archipelago, the development of interpretations from the VII-XV (classical) century became the embryo of the opening horizons of thought in the period that followed in interpreting the Qur'an as a book originating from the revelation of Almighty God. The simplicity of the classical interpretation does not reduce the substance of the verses in it but more than that, the interpretation of the Qur'an in that era has become a knowledge that is able to give a scientific style in the archipelago. Therefore, this paper will thoroughly discuss the embryo of Qur’anic interpretation in the classical period as a scientific treasure and the development of interpretation in the archipelago to be used as an analytical study of the development of interpretation in the middle and contemporary periods.

Abstrak

Tujuan artikel ini untuk mengungkap fakta dengan analisis mendalam tentang kajian tafsir nusantara sebagai tafsir yang bersumber dari Al-Qur’anul karim sebagai pedoman hidup bagi para pemeluknya. Khazanah keilmuan dalam manafsirkan Al-Qur’an terus tumbuh berkembang seiring dengan kemampuan manusia mengungkap makna yang terkandung di dalamnya. Artikel ini menggunakan metode kajian pustaka dengan kajian analisis mendalam hingga dapat dijadikan pijakan dalam kajian-kajian keilmuan tafsir di Nusantara. Di Nusantara, perkembangan tafsir dari Abad ke VII-XV (klasik) menjadi embrio terbukanya cakrawala pemikiran pada periode setelahnya dalam menafsiri Al-Qur’anul Karim sebagai kitab yang bersumber dari wahyu Allah yang Maha Kuasa. Kesederhanaan tafsir klasik itu tidak mengurangi subtansi kandungan ayat-ayat didalamnya tetapi lebih dari itu, penafsiran al-Qur’an pada era tersebut telah menjadi ajaran yang mampu memberi corak keilmuan di nusantara. Oleh karena itu, Tulisan ini akan membahas secara menyeluruh embrio tafsir pada periode klasik sebagai khazanah keilmuan dan perkembangan tafsir di nusantara untuk dijadikan kajian analisis terhadap perkembangan tafsir pada periode pertengahan dan periode kontemporer.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2020-05-29
How to Cite
Hartono, and Ummi Habibatul Islamiyah. 2020. “Archipelago Qur’an Interpretation Embryo In The Classical Era”. Islam Universalia 2 (1), 225 -37. https://ejournal.cyberdakwah.com/index.php/Islam-Universalia/article/view/159.